STRATEGI

Posted: 2 Juni 2011 in Tak Berkategori

Pengertian Strategi

Menurut Daoed Yoesoef (1981) Studi strategi dan studi hubungan internasional merupakan “lepat” dengan “daun”. Keduanya dapat dibedakan secara substansial namun sulit untuk dipisahkan.Ia menilai terwujudnya sesuatu strategi pada asasnya melalui empat tahapan :

1. Tahap Perumusan : perbuatan intelektual

2. Tahap pemutusan : perbuatan politis

3. Tahap Pelaksanaan : perbuatan teknis

4. Tahap Penilaian : perbuatan intelektual Tahap pertama diartikan sebagai keseluruhan keputusan-keputusan kondisional yang menetapkan tindakan-tindakan yang harus dijalankan guna menghadapi setiap keadaan yang mungkin terjadi di masa depan.

Menurut Daoed Yoesoef, tahap kedua yakni peralatan politik meliputi diplomasi, kebijakan (politik), pertahanan ekonomi, peralatan psikologi dan angkatan bersenjata. Peralatan ekonomi meliputi semua potensi ekonomi masyarakat.

Pada tahap ketiga, pengertian strategi mengalami evolusi dari pengertian sempit ke pengertian luas.

1. Dalam pengertian sempit, strategi diartikan sebagai seni menggunakan kekuatan militer untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan oleh politik.Situasi yang mendorong terbentuknya pengertian yang sempit ini adalah :

a. Perang berfungsi sebagai “wasit” dalam sengketa antar nasional berhubung dimungkinkannya eskalasi (peningkatan pertarungan senjata) tanpa mengakibatkan kehancuran total pada pihak yang bersengketa. Oleh sebab itu peperangan dianggap sebagai sekedar lanjutan dari politik dengan cara lain. Pendapat ini diikuti oleh Clausewitz, pakar strategi dari Jerman.

b. Tujuan peperangan hanya menghancurkan kekuatan militer lawan (sebagai satu-satunya cara untuk menundukkan lawan).

c. Yang dipertaruhkan oleh peperangan terbatas pada faktor-faktor fisik, material (wilayah, kekayaan nasional) yang hendak dikuasai dan atau dinikmati oleh pihak pemenang. Maka itu jalannya peperangan diatur menurut ketentuan yang disepakati bersama demi mencegah kehanduran.

2. Secara luas strategi diartikan seni (art) menggunakan semua kekuatan untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh politik (Pengertian ini dianut Beauffre). Adapun situasi yang mendorong terbentuknya pengertian yang luas ini adalah :

a. Kemajuan teknologi melahirkan sejenis senjata yang mempunyai daya menghancurkan yang praktis tidak terbatas, yaitu senjata nuklir.

b. Karena kehadiran senjata atom ini, perang tidak mungkin lagi dengan mudah diberlakukan sebagai “wasit” berhubung eskalasi praktis tidak mungkin dilakukan kecuali bila pihak yang bersengketa bersedia mengalami resiko kematian kolektif yang bersifat total.

c. Walaupun perang sudah tidak dapat lagi berfungsi sebagai wasit, persengketaan antar nasional tetap ada, bahkan menjadi semakin kompleks. Oleh karena itu ada kecenderungan untuk menempuh segala jalan dan cara serta menggunakan tidakhanya kekuatan militer, jadi semua kekuatan yang ada, guna memecahkan persengketaan sesuai dengan yang dikehendaki.

d. Karena semua macam jalan ditempuh dan semua jenis kekuatan dipakai, maka batas antara “perang” dan “damai” menjadi kabur. Maka itu dikatakan perdamaian hanya merupakan lanjutan dari pertarungan dengan cara lain (pengertian ini dianut Chapochnikov) atau perdamaian adalah lanjutan belaka dari peperangan dengan cara lain (definisi ini dianut Vo Nguyen Giap, panglima angkatan bersenjata di Vietnam).

e. Yang dipertaruhkan oleh peperangan bukan lagi faktor fisik-material, tetapi faktor spiritual-immaterial, yaitu ideologi dan/atau nilai-nilai kehidupan yang dihayati, maka itu perang sudah bersifat total.

Strategi Tampak Siring:

Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen pada 2014 Politikindonesia – Pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen pada 2014, salah satu dari 10 strategi yang dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres). Sasaran itu dengan asumsi tidak terjadi krisis baru pada tingkat global.

Satu hal, pertumbuhan itu harus merata, termasuk di provinsi. dengan memacu investasi dan ekspor yang lebih tinggi. Itulah salah satu dari 10 Strategi Tampak Siring, rumusan kebijakan pembangunan lima tahun, yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada rapat kerja di Istana Tampak Siring, Gianyar, Bali, Senin (19/04). Rumusan tersebut bakal dituangkan dalam Inpres, yang akan ditandatangani Presiden pada akhir pertemuan Tampak Siring, Rabu (21/04). “Sebanyak 10 hal penting dan strategis akan disikusikan, merumuskan arah kebijakan dan strategi. Kemudian saya ingin ada hasil dokumen strategi Tampak Siring yang akan dituangkan dalam Intruksi Presiden,” kata SBY. Sebanyak 10 strategi Tampak Siring itu akan dirumuskan para peserta rapat kerja, yang diikuti para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, dan seluruh gubernur.

Berikut rumusan 10 strategi tersebut:

1. Perekonomian tumbuh lebih tinggi. Sasarannya, tumbuh 7 persen pada 2014 dengan asumsi tak terjadi krisis baru pada tingkat global. Pertumbuhan harus merata, termasuk di provinsi. Investasi dan ekspor harus dipacu tumbuh lebih tinggi.

2. Pengganguran harus menurun dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Pengurangan pengganguran menjadi 5-6 persen pada 1014. Pengganguran paling tinggi 6 persen. Di Amerika Serikat pengganguran mencapai 10 persen. 3. Kemiskinan harus makin menurun. Sasaran 2014, berkurang menjadi 8-10 persen. Caranya, memberikan bantuan pendidikan dan pelayanan kesehatan sehingga dapat meningkatkan daya saing mendapatkan pekerjaan. Dengan adanya penghasilan, kemiskinan akan berkurang.

4. Pendapatan per kapita meningkat. Tahun 2014, Indonesia mempunyai income per kapita lebih dari US$4.500 per kepala per tahun. Jika income per kapita lebih dari US$3.000, masyarakat akan patuh dengan pranata sehingga mengurangi instabilitas ekonomi dan politik.

5. Stabilitas ekonomi terjamin.

6. Pembiayaan dan sumber dalam negeri harus makin meningkat.

7. Ketahanan pangan dan air.

8. Ketahanan energi ditingkatkan. Pemadaman listirk harus dapat diatasi. Targetnya, Juni tidak terjadi lagi pemadaman.

9. Daya saing ekonomi nasional menguat dan meningkat.

10. Memperkuat ekonomi ramah lingkungan.

Rapat yang diisi dengan pengarahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, kelanjutan raker di Cipanas beberapa waktu lalu. Raker yang diikuti seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, dan gubernur, serta Ketua DPRD Provinsi se-Indonesia itu, akan berlangsung di Istana Tampaksiring, hingga Rabu mendatang.

Untuk memberi bobot penting, raker juga menghadirkan para pakar ekonomi dan teknologi, serta undangan lain dari kelompok dunia usaha. Keterlibatan seluruh peserta itu, sangat penting. Karena, menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, dari situ diharapkan ada kesamaan langkah antara pusat, daerah, daerah usaha, swasta, dan stakeholders lain. (mun/na)

Sumber : Wikipedia Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s